Powered By Blogger

Jumat, 07 Desember 2012

Screening Pengolahan Bahan Galian


Screening adalah proses pengelompokkan mineral berdasarkan ukuran lubang ayakan sehingga ukurannya seragam. Alat untuk melakukan screening disebut screen. Biasanya alat screen ini langsung berhubungan dengan alat crusher.
Proses pengolahan mineral memerlukan ukuran-ukuran partikel dengan distribusi kecil (berukuran relatif seragam) yang sesuai dengan ukuran maksimal derajat liberalisasi mineral berharganya. Keseragaman ukuran-ukuran partikel mineral dapat diperoleh melalui proses pengayakan.
Screen sendiri merupakan alat yang digunakan untuk pemilahan ukuran butir material dengan cara melewatkan material dari atas ayakan, material yang lebih kecil dari lubang ayakan dapat lolos kebawah ayakan sebagai produk halus (undersize) sedangkan partikel yang lebih kasar dari ukuran ayakan teratahan di atas ayakan sebagai produk kasar (oversize).
Tujuan dilakukannya proses screening adalah :
1)  Menghasilkan produk akhir yang berukuran relatif seragam agar sesuai dengan spesifikasi pasar.
2)  Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya.
3)  Mencegah undersize masuk ke dalam mesin crusher.
4)  Mencegah oversize masuk ke proses pengolahan selanjutnya.
5)  Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding.
Screen berdasarkan bentuk permukannya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1)  Parralel rod screen
Alat screen terbuat dari steel bars, kayu atau cast iron dengan peletakan secara memanjang.
2)  Panched plate
Panched plate biasanya diletakan pada belt conveyor atau plat baja.
3)  Woven wire screen
Woven wire screen merupakan anyaman dari kawat baja, tembaga, monel atau alloy-alloy lainnya.
Selama penyaringan ideal, plus product hanya berisi oleh partikel yang berukuran lebih besar dari lubang bukaan. Sedangkan minus product terdiri dari partikel yang lebih kecil dari lubang bukaan. Namun, dalam kenyataannya, ditemukan partikel oversize pada minus product dan beberapa partikel undersize pada plus product. Hasil ini dipengaruhi dari adhesi partikel kecil ke yang besar dan partikel tersebut tidak sempat menyentuh permukaan screen. Kehadiran dari partikel besar pada undersize kemungkinan disebabkan oleh lebih besar daripada lubang bukaan atau kerusakan pada lubang bukaan screen.
Berdasarkan tipe ayakan yang dipergunakan, screen diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yaitu :
1)  Fixed screen (ayakan tetap)
Fixed screen terbuat dari batangan baja yang keras, dirangkai sejajar dan dipasang miring yang disesuaikan dengan angle of repose material agar material yang kecil lolos dan material yang besar menggelinding di atasnya. Contoh dari metode ini adalah grizzly.

Grizzlies biasaya digunakan untuk proses sizing meterial umpan utama dari crusher. Palang dari grizzly biasanya dipasang pada sudut antara 20-50 derajat, semakin besar kemiringan semakin, semakin besar keluarannya, tetapi lebih rendah  efisiensi. Ukuran partikel Screening dari grizzlies mungkin menjadi sebesar  300 mm, atau sekecil 20 mm. Kapasitasnya dapat mencapai 1000 ton per jam, sesuai dengan areanya.Material yang sangat kasar biasanya disaring dengan menggunakan grizzly, dalam bentuk yang paling sederhana, terdiri dari satu rangkaian palang sejajar yang berat ditetapkan dalam satu bingkai. Beberapa grizzlies menggunakan rantai sebagai ganti palang dan beberapa  diguncang atau digetarkan secara mekanik untuk membantu proses sizing serta untuk mencegah pemindahan dari oversize.
Keuntungan menggunakan grizzly sebagai metode untuk memilah bahan galian atau agregat batuan, antara lain :
1)  harga relatif murah
2)  digunakan untuk material yang kasar
3)  peralatannya sederhana.
Sedangkan kerugian menggunakan grizzly sebagai metode memilah bahan galian, yaitu :
1)  memerlukan banyak tempat
2)  mudah tersumbat karena tidak ada getaran.
3)  kurang efisien
2)  Moving Screen (ayakan bergerak)
Merupakan screen dengan tipe ayakan bergerak sehingga akan cepat terpilah. Screen tipe ini mempunyai efisiensi yang tinggi dibandingkan fixed screen. Adapun jenis-jenis dari moving screen, yaitu :
a)  Vibrating screen
Berdasarkan mekanisme kerja alat vibrating screen dibedakan menjadi :
(1)    Unbalanced
Alat ini dilengkapi dengan per, roll dan pemberat sehingga pada saat roll berputar akan menimbulkan getaran pada screen.
(2)    Cam and Spring
Getaran alat ini dihasilkan oleh getaran berputar dari gear yang bergerigi yang dihubungkan dengan bagian screen sehingga gerakan putaran gear diubah menjadi gerakan naik turun.
(3)    Excentric
Alat ini dapat bergetar karena adanya gerakan excentric pada shaft sehingga menimbulkan gerakan naik turun.
(4)    Electromagnetic
Electromagnetic merupakan jenis moving screen yang bergetar akibat pengaruh adanya gaya tarik magnet. Magnet dibuat secara induksi yaitu dengan mengalirkan listrik pada kumparan kawat email.
b)  Shaking
Shaking screen biasanya digunakan dalam preparasi batubara. Permukaannya horizontal atau sedikit miring 10˚-15˚. Gerakan alat ini maju, ke atas, mundur begitu seterusnya sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan vibrating screen.
c)  Trommol Screen
Bentuk-bentuk dari alat trommol screen yaitu cylindrical, conical, prismatic dan pyramidal. Umumnya berdiameter 3 - 4 ft dan panjangnya 5 – 10 ft. Sheel digerakkan oleh pulley dengan perantaraan central shaft. Cylindrical dan prismatic dipasang miring sedangkan conical dan pyramidal dipasang pada poros yang horizontal.
d)  Reciprocating Screen
Merupakan jenis gyratory horizontal motion yang menggunakan umpan akhir dari rectangular screen dengan batang berputar yang kurang seimbang, perputaran sekitar 1000 putaran/menit. Screen jenis ini digunakan untuk pemisahan hasil/produk, terutama kering, bahan ringan dalam jangkauan 10 mm sampai 250 µm dan kadang-kadang sampai  40 µm.
e)  Gyratory Screen
Merupakan jenis dari imparts gyratory motion, digunakan secara luas untuk aplikasi penyaringan baik basah atau kering hingga 40 µm. Seperti reciprocating screen, kaki bola mungkin saja dipasangkan di bawah peralatan screen ini untuk mengurangi blending.

0 komentar:

Posting Komentar