Powered By Blogger

Rabu, 21 November 2012

Pola Singkapan Geologi


Umumnya bentuk relief muka bumi dipengaruhi oleh bentuk struktur batuan yang telah ada. Batuan dikatakan tersingkap bila ketinggiannya sama dengan permukaan bumi. Bila setiap singkapan batuan yang sama dihubungkan dengan batas yang jelas pada peta maka akan terlihat suatu bentuk penyebaran batuan. Bentuk penyebaran tersebut dikenal dengan pola singkapan.
Dari adanya singkapan batuan inilah dapat diketahui keadaan geologi suatu daerah dan juga dapat dibuat peta singkapan batuan geologi yang menggambarkan tentang keadaan daerah tersebut, meliputi suatu penyebaran batuan atau litologi, penyebaran tersebut diatas disebut juga dengan peta dasar geologi.
Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah permukaan yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran geologi, dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti.
Pada dasarnya peta geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai kajian lapangan. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi diartikan sama dengan geologi lapangan. Peta geologi umumnya dibuat di atas suatu peta dasar (peta topografi/rupabumi) dengan cara memplot singkapan-singkapan batuan beserta unsur struktur geologinya di atas peta dasar tersebut. Pengukuran kedudukan batuan dan struktur di lapangan dilakukan dengan menggunakan kompas geologi. Kemudian dengan menerapkan hukum-hukum geologi  dapat ditarik batas dan sebaran batuan atau satuan batuan serta unsur unsur strukturnya sehingga menghasilkan suatu peta geologi yang lengkap.
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah dimana memanfaatkan lahan, air dan sumberdaya ditentukan atas dasar peta geologi. Peta geologi menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau dekat permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik yang menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan untuk mengidentifikasi dan mencegah sumberdaya yang bernilai dari resiko bencana alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Geomorfologi merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari bentuk – bentuk dari permukaan bumi yang terjadi karena diakibatkan adannya gaya yang bekerja dalam bumi maupun di permukaan bumi.
Mempelajari permukaan bumi sangatlah penting bagi para ahli geologi , karena ekspresi topografi itu terkadang dapat dilihat serta dapat menunjukkan keadaan geologi baik struktur maupun batuannya.
Proses perkembangan ini selalu dikontrol oleh adanya kekuatan   yang besar dan selalu terus berlangsung secara berkesinambungan, baik yang berasal dari dalam maupun luar bumi.
Adanya kekuatan yang bekerja didalam bumi serta meyebabkan batuan – batuan tersebut ternkat dan terlipat, sedangkan kekuatan yang bekerja di permukaan bumi akan menyebabkan terjadinya pelapukan dan juga terjadinya erupsi denudasi yang menyebabkan perubahan terhadap roman muka bumi.
Kekuatan tersebut di atas menyebabkan terjadinnya perubahan pada roman muka bumi, berupa suatu tonjolan dan lekukan yang membentuk relief pada permukaan bumi. Bentuk relief permukaan bumi ternyata dapat tergantung atau terkontrol oleh keadaan geologi setempat seperti pada susunan batuan maupun struktur yang ada di daerah tersebut.
Batuan yang keras (resisten) cenderung dapat membentuk suatu relief yang lebih menonjol dari pada daerah batuan yang lunak. Sedangkan daerah yang terdiri dari batuan gamping akan membentuk suatu pola bentang alam “kars topografi” merupakan bentang alam yang kars.
Seperti yang kita ketahui bumi terdiri diri berbagai bentuk, bagian yang paling luar adalah kerak bumi yang tersusun oleh berbagai lapisan batuan. Pada kedudukan tersebut setiap tempat tidaklah sama, tergantung dari sesuatu kekuatan tektonik yang selalu mempengaruhinya.
Dari adanya singkapan batuan inilah dapat diketahui keadaan geologi suatu daerah dan juga dapat dibuat suatu peta singkapan batuan geologi yang menggambarkan tentang keadaan suatu daerah tersebut, meliputi suatu penyebaran batuan atau litologi, penyebaran tersebut di atas disebut juga dengan peta dasar geologi.
Akibat adanya kedudukan yang tidak sama pada berbagai batuan serta adanya suatu relif pada permukaan bumi menyebabkan bentuk penyebaran batuan dengan struktur yang digambarkan dalam peta geologi akan membentuk suatu pola tertentu dan bentuk penyebaran dengan istilah dari pola singkapan.
Besar dan bentuk dari pola peyebaran atau singkapan tergantung dari beberapa hal, yaitu  :
1.        Tebal lapisan
Dalam hal ini suatu singkapan dengan tebal yang berbeda walaupun pada kemiringan yang sama, tetapi keadaan topografi besar dan lebar pada peta singkapan akan berbeda. 
2.        Topografi / morfologi
Tebal kemiringan suatu lapisan pada suatu peta topografi menggambarkan suatu peta singkapan batuan yang relatif besar, sedangkan peta morfologi adalah kenampakan pada pemukaan kulit bumi yang relatif memperlihatkan bentuk ketidakselarasan secara vertikal baik dalam ukuran besar maupun ukuran yang sangat kecil dari permukaan litosfer.
3.        Besar kemiringan lapisan
Lapisan yang tebalnya sama dengan topografi, tetapi bila suatu kemiringan yang tebalnya berbeda dimana arah kemiringan suatu lapisan batuan yang sangat berbeda pula.
4.        Bentuk struktur lipatan
Struktur lipatan akan membentuk pola singkapan yang sangat berlainan, untuk lipatan yang menunjam terdiri dari sinklin dan antiklin akan membentuk pola zig-zag serta mempunyai ekspresi topografi punggung.

0 komentar:

Posting Komentar